Headline

Sementara Tetapkan 5 Tersangka, Polres Bukittinggi Serahkan SPDP Ke Jaksa

Pjs Walikota dan Kapolres Bukittinggi

Bukittinggi – Untuk sementara Penyidik Satuan Reskrim Polres Bukittinggi telah menetapkan tersangka baru dalam kasus pengeroyokan anggota TNI yang dilakukan oleh anggota Club Motor Harley Davidson Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC).

Hal ini disampaikan Kapolres Bukittinggi, AKBP. Dody Prawiranegara usai menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke pihak Kejaksaan Negeri Bukittinggi. Dalam agenda penyerahan SPDP tersebut dihadiri, Dandim 0304/Agam, Letkol. Arh. Yosip Brozti Dadi, Pjs Walikota Bukittinggi, Zaenuddin, Kajari Bukittinggi, Sukardi.

“Penyerahan SPDP adalah wujud keseriusan Polri dalam menangani kasus ini. Karena telah ditetapkan tersangka baru maka untuk sementara sudah menjadi
5 orang tersangka. 5 SPDP telah diserahkan kepada pihak Kejaksaan,” ujar Dody, Senin, (02/11).

Adapun tersangka baru dalam kasus pengeroyokan anggota TNI berinisial TR (33), ditambah dengan 4 tersangka sebelumnya, yakni B (16), MS (49), RHS (48) dan JAD (26).

Lanjut Dody, sudah ada sekitar 10 saksi yang telah kami periksa, baik yang mengetahui langsung yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) maupun pengendara motor itu sendiri. Mengenai kelengkapan surat-surat kendaraan sedang kami cek oleh Ditlantas dan kami masih menunggu terkait keabsahannya.

Selain itu, menjawab pertanyaan wartawan tentang perubahan data usia tersangka ‘B’ yang 16 tahun, Dody menambahkan pihak kepolisian telah mencocokkan akte kelahiran dan Kartu Keluarga yang diterima dari pihak keluarganya. Yang jelas SPDP telah diserahkan namun hukum acaranya berbeda karena dikategorikan anak berhadapan dengan hukum.

Dandim 0304/Agam, Letkol. Arh. Yosip Brozti Dadi

Menanggapi hal ini, disaat bersamaan Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol. Arh. Yosip Brozti Dadi mengatakan, “Pihak Kodim menyerahkan persoalan ini ke pihak kepolisian dan percaya polisi bekerja secara profesional untuk menyelesaikan perkara ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.”

Selain itu, Yosip menambahkan terkait kondisi terakhir anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan anggota club motor, dalam kondisi relatif stabil dan masih dirawat di Rumah Sakit Tentara, Bukittinggi.

Masih dalam acara penyerahan SPDP di kantor Kejaksaan Negeriegeri Bukittinggi, Pejabat sementara (Pjs) Walikota Bukittinggi, Zaenuddin berharap Peristiwa ini adalah kejadian yang pertama dan terakhir. Situasinya sudah kondusif karena sudah diproses oleh pihak Polres, sebaiknya kita menunggulah sesuai dengan aturan/hukum yang berlaku,” ucapnya. (rir)