Lensa

Senator DPD RI Nofi Candra Pinjamkan Dua Gedung Tanpa Sewa Kepada SMA Negeri 1 Kota Solok

DETAKSUMBAR.COM,SOLOK,—Ketika di daerah lain banyak bangunan sekolah yang diberitakan digembok pemilik lahan, di kota solok Senator DPD RI Nofi Candra justru pinjamkan dua gedung tanpa sewa kepada SMA Negeri 1 Solok.

Itikad mulia Nofi Candra membuat ratusan siswa dan orang tua siswa bersyukur atas kebaikan dan keikhlasan sang Senator.

“Pak Nofi Candra pinjamkan gedung tanpa sewa ke sekolah anak-anak kami, sungguh itikad mulia, kami takjub dan berterima kasih sekali,”ujar Erna salah seorang orang tua siwa Senin 14/8 di Solok.

“Nofi penyelamat kelangsungan proses belajar dan mengajar dari anak-anak kami, karena selama ini sekolah kekuarangan lokal,”ujar Erna.

“Kami berterimakasih kepada Pak Nofi yang telah menyerahkan gedung baru untuk anak-anak kami belajar di sini,”ujar Bet orang tua siswa lain menambahkan.

Perempuan berpakaian PNS yang mengaku seorang guru SMP di Kota Solok, sengaja meminta ijin agar dapat datang bertatap muka dan bertemu langsung dengan tokoh muda yang peduli terhadap pendidikan.

“Kami semua terkesima atas kepedulian Pak Nofi. Mungkin mewakili semua orang tua murid, mau menyerahkan dua gedung tanpa di sewa. Padahal diberita sering kita dengar ada sekolah digembok oleh pemilik lahan,”ujarnya.

 

Buk Bet Salah seorang PNS tidak sekedar membanggakan kepedulian Nofi Candra, tetapi ia mendorong agar Senator DPD RI itu ikut membantu menjadikan sekolah tersebut sebagai ikon pendidikan di kota Solok.

“Kini dan selanjutnya, sudah saatnya Solok membangun sekolah ¬†favorit. Kedepan kita mendorong agar Pak Nofi kembangkan gedung yang dipinjamkan ke SMA ini sebagai sebuah sekolah yang akan menjadi ikon pendidikan di Sumatera Barat,”ujarnya..

Gedung tiga lantai, bewarna putih dengan lapisan kaca pada dinding depannya, berada di tepi jalan lintas Sumatera kota Solok.

Gedung yang disulap menjadi lokal belajar SMA 1 Solok semula akan dikembangkan sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) oleh Yayasan Pendidikan Nusantara Citra (YPNC) itu, menjadi lebih menarik karena disamping kanannya berdiri Masjid Raya KTK.

Para orang tua siswa menilai, hadirnya Nofi Candra pinjamkan gedung miliknya buat SMA 1 Solok saat yang tepat. Ketika sekolah membutuhkan tambahan ruang belajar karena kelebihan rombongan belajar ( rombel) akibat perlakuan satu shif, tokoh muda asal Solok itu hadir sebagai penyelamat.

“Batapa beruntungnya kita, karena diberikan gedung megah dengan gratis. Tidak membayar sepersenpun,”ujar Bu Bet

Ia menyebutkan, meski yang dimanfaatkan hanya lantai dua dan sebagian lantai dasar untuk menampung 10 kelas, kalau disewa, diperkirakan memakan biaya sedikirnya Rp 150 juta setahun.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Solok Hj. Nurmaini, M. Pd dengan keharuan yang dalam memaparkan keterbatasan sekolah, terhadap ruang belajar akibat sistim pendidikan satu shif.

Dengan kondisi sekarang, sekolah utama SMAN 1 Solok yang berada di Tanah Garam mempunyai siswa 39 kelas, yang ditempari oleh kelas 2 (kelas XI) sebanyak 29 kelas, sedangkan kelas 3 (kelas XII)sebanyak 18 kelas.

Kekurangan kelas semakin diperuncing dengan tambahan 10 kelas untuk kelas 1 (kelas X) yang diterima  pada tahun pelajaran 2017 ini.

“Sedangkan dalam ketentuan, kapasitas sekolah hanya boleh 36 kelas dari kelas 1 sampai kelas 3,” ujarnya.

Untuk mengatasi kelebihan kelas belajar, selama ini pihak sekolah mensiasatinya dengan belajar dua shif, pagi dan sore. Tetapi akibat peraturan baru hanya membolehkan sekolah satu shif, SMA Ngeri 1 harus mencari tambahan ruang belajar minimal untuk mengatasi 10 kelas yang berada di kelas 1.

“Mengatasi 10 lokal inilah kita dapat pinjaman gedung dari Pak Nofi Candra.” jelasnya.

Nurmaini melaporkan hasil kesepakatan dengan orang tua murid untuk memungut uang iuran sekolah sebesar Rp 125.000/bulan, akhirnya dipending dulu.

Anggota DPD-RI Nofi Candra yang hadir bersama ketua dan Sekretaris YPNC Andri Maran dan Yavis Tamsin, mengaku menahan obsesinya mengembangkan sekolah tinggi untuk kepentingan pendidikan di SMA Negeri 1 Solok.

“Meski sejak awal, saya telah mempersiapkan kerangka pendidikan sekolah tinggi dan direncanakan aktif pada tahun 2017, namun karena ada permintaan dari pihak sekolah memakai gedung, ia bersama yayasan lebih mendahulukan kelanjutan pendidikan SMA ini,”ujar Nofi.

Nofi Candra mengaku, dia bukan seorang tenaga pendidikan, tidak pula seorang yang mampu menularkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.Tetapi dalam dirinya terus berusaha agar bisa bermanfaat untuk orang lain.(relis)