Pilkada

Setelah PKS dan Partai Gerindra Kini Partai Golkar Dukung Erman Safar di Pilkada Bukittinggi

Penyerahan SK DPP Partai Golkar Dukung Erman Safar

Bukittinggi – Setelah sebelumnya diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah, kini posisi Erman Safar semakin yakin dan kuat ditambah dukungan dari Partai Golkar Bukittinggi.
Selangkah lagi masyarakat Kota Bukittinggi bakal memiliki pemimpin yang berakhlak, beriman dan konsisten jika terpilih pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Bukittinggi Desember tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Organisasi dan Kaderisasi Keanggotaan DPD Golkar Provinsi Sumatra Barat, Yulman Hadi, saat menerima Surat Keputusan (SK) dari DPP Partai Golkar untuk mendukung Erman Safar, di kantor Partai Golkar Bukittinggi, Senin (31/8). “Ya, sosok pemimpin tersebut hanya ada pada Erman Safar – Marfendi. Partai Golkar bertanggung jawab memenangkannya,” katanya.

Sementara itu Erman Safar mengatakan, dengan perolehan 13 dari 25 kursi dukungan di DPRD Kota Bukittinggi, saya merasa yakin bisa memenangkan pesta demokrasi di pilkada tahun 2020. Lanjut Erman, untuk duduk dikursi nomor satu di Bukittinggi agaknya memang tinggal selangkah lagi. Setidaknya, diatas kertas Erman Safar telah memiliki dukungan yang kuat dari parlemen yaitu 13 kursi dari 25 kursi di dewan.

Terlebih lagi, Erman Safar yang juga ketua DPC Partai Gerindra merupakan partai pemenang dipemilihan legislatif (pileg) tahun lalu. Bahkan, partai koalisi Erman Safar boleh dibilang partai besar seperti Partai PKS dan Golkar.

Erman Safar dalam kesempatan tersebut menambahkan, lebih dari setengah jumlah kursi di DPRD Bukittinggi atau sekitar 52% kursi sudah cukup.

Lalu pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Partai Golkar Bukittinggi, Jon Edrward, “Erman Safar-Marfendi sebagai calon wali kota dan wakil wali kota, yang dicalonkan Partai Golkar sesuai harapan kita. Berawal dari DPD kota dan DPD Provinsi sampai DPP pusat sesuai dengan harapan.”

Untuk itu, katanya, pengurus partai mulai dari kelurahan, kecamatan dan pengurus di tingkat DPD Golkar Bukittinggi harus memenangkan Erman Safar-Marfendi.

“Jika ada kader yang tidak memenangkan Erman Safar, kita masukkan dalam kursi cadangan di partai. Bila perlu keluar, untuk apa ada dipartai Golkar, setelah kita kaderkan begitu lama tidak mau menjalankan perintah partai,” tegasnya.(rir)