Headline

Siapkah Sumbar Melaksanakan Pilkada di Masa Pandemi

Padang- Meskipun secara umum kecenderungan trend proses penyebaran pandemi virus covid-19 di Sumatera Barat semakin menurun, namun standar protokoler kesehatan masyarakat harus tetap dilakukan seperti cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan mandi setelah bepergian.

Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Andani Eka Putra, MSc, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, saat mengisi acara diskusi terbatas dengan tema “Siapkah Sumbar Melaksanakan Pilkada di Masa Pandemi?” yang diprakarsai oleh Forum Jurnalis Peduli Pemilu dan Pilkada, di salah satu hotel di Padang, pada hari Kamis, (23/07). Selain itu hadir sebagai narasumber tokoh insan pers senior, Sumatera Barat, Muftie Syarfie dan Nofal Wiska.

Menurut dr. Andani, saat ini secara umum angka positif penyebaran virus covid-19 masih dibawah 10%, yaitu 1,4%, biasanya resiko serangan yang berat itu lebih kecil. Sehingga dapat dikatakan cukup aman. Namun demikian standar protokoler kesehatan masyarakat harus tetap dilakukan seperti cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan mandi.”

Apa lagi kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, minimal di setiap TPS dilengkapi dengan fasilitas standar protokoler kesehatan, seperti ada tempat cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Saran saya pihak KPUD harus bekerja sama dengan gugus tugas masing-masing wilayah agar bisa bersinergi dalam mensukseskan perhelatan tersebut, kata Andani.

Sementara itu, Muftie Syarfie menambahkan, “Yang penting, kesehatan masyarakat itu harus diatas segala-galanya. Diperlukan perangkat penghubung antar dua lembaga baik pihak KPU dengan Gugus Tugas.”

Sehingga pada saat acara pencoblosan kertas suara berlangsung tidak ada yang tumpang tindih dalam menjalankan tugas masing-masing. Ini yang perlu menjadi perhatian kita untuk sama-sama menjaga kesehatan masyarakat. (Rizky)