Pilkada

Solid, Ribuan Perantau Etnis Jawa Ber-KTP Bukittinggi Nyatakan, Ganti Walikota

Calon Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi sampaikan visi misi

Bukittinggi – Sedikitnya 10.000an jiwa warga etnis Jawa yang ber-KTP di kota Bukittinggi menyatakan kesolidan untuk mendukung pasangan calon Walikota dan Wakil walikota Bukittinggi, Erman Safar – Marfendi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh ratusan perwakilan warga etnis Jawa yang datang saat konsolodasi di Rumah Juang Erman Safar, pada Jum’at malam, (04/12).

Saat awal pertemuan, Calon Wakil Walikota, Marfendi, menyampaikan visi dan misi serta program kerja yang berkomitmen untuk melindungi para pedagang kecil. Tanpa komando, sontak gemuruh suara warga perantau etnis Jawa meneriakkan ‘Ganti Walikota, Pilih Nomor 2’ yang diiringi dengan tepuk tangan.

Sebelumnya, Marfendi meyakinkan perwakilan warga etnis Jawa yang ber-KTP Bukittinggi bahwa Pemimpin itu tugas pokoknya adalah sebagai pelayan. “Pemimpin itu tugas pokoknya adalah pelayanan publik artinya siapapun dan dari manapun warga kota Bukittinggi harus dilayani dengan sepunuh hati,” kata Marfendi.

Tambah Marfendi, kita sebagai pelayan itu tidak boleh membedakan porsi pelayanan kepada masyarakat, apalagi kepada pedagang kecil. Tidak boleh ada perbedaan pelayanan dengan pedagang dari Minang ataupun dari Jawa. Kita ini masyarakat Indonesia yang ada di kota Bukittinggi.

Setelah hampir 1 jam acara, hadir Calon Walikota Bukittinggi, Erman Safar di tengah-tengah pertemuan dengan para warga etnis Jawa.

Calon Walikota Bukittinggi, Erman Safar

Erman menambahkan, “Terkait dengan pelayanan publik, jika nanti terpilih, pelayanan masyarakat akan kita terapkan secara menyeluruh. Baik terhadap warga kota Bukittinggi maupun warga pendatang,” ujarnya.

Lanjut Erman, untuk mewujudkan Kota Bukittinggi ini maju dari sektor ekonomi, sosial, budaya, agama, pariwisata, pendidikan serta terjamin kesehatan warga maka kita harus ramah dan bisa melayani semuanya.

“Siapapun itu, baik warga pendatang yang hanya berkunjung seminggu, sehari atau hanya sekedar lewat di kota Bukittinggi. Kunci keberhasilan kota ini maju, jika masyarakat dan pemerintahnya harus sama-sama seiring sejalan,” tegasnya.

Lalu kata Erman, kepada seluruh saudara-saudara kita dari Jawa, saya tegaskan, tidak ada lagi penggusuran barang dagangan, kekerasn yang dilakukan oleh oknum Satpol PP terhadap pedagang kecil. Nanti akan kita terapkan pelayanan yang humanis dari petugas Satpol-PP kepada pedagang.

“Namun jika hal itu masih terjadi, silahkan lapor dan petugas melakukan kekerasan akan ditindaklanjuti dan akan kami berhentikan dalam waktu 1X24 jam. Asalkan mas-mas dan mba-mba nanti tanggal 9 Desember pilih nomor 2,” kata Erman seraya melempar senyuman kepada warga etnis Jawa.

Sementara itu, usai acara tersebut, Slamet Panji Wayono, salah seorang warga perantau dari etnis Jawa mengatakan “Kami siap ganti Walikota dan ingin ada perubahan, udah gitu aja. Kami warga yang ber-KTP kota Bukittinggi sudah tidak tahan lagi barang dagangan kami digusur, kompor diambil, payung atau tenda kami diambil.”

Lalu kata Slamet Panji Wayono yang akrab dipanggil Pak De menambahkan, rata-rata warga etnis Jawa yang ber-KTP Bukittinggi ini sudah lebih dari 50 tahun tinggal di Bukittinggi.Bahkan banyak yang sudah pulang kampung, kembali lagi ke Bukittinggi untuk melanjutkan usahanya.

Alasannya cocok hidup di Bukittinggi, udara sejuk, jual beli Alhamdulillah lancar, hanya pada saat pandemi covid-19 aja usaha kita mandek. Namun semenjak Walikota Pak Ramlan banyak pedagang dari etnis Jawa ini yang ngeluh, sudah jual beli ga lancar, barang-barang dagangan kita diambil.

Akhir wawancara, Pak De menegaskan, “Untuk itu, inilah saatnya kita ingin perubahan. Dalam pilkada tahun ini kami dari perantau Jawa yang ber-KTP Bukittinggi sudah menyatakan solid untuk ganti Walikota!” (rir)