Headline

Tanggulangi Corona, Pemkab Agam Akan Lakukan Operasi Pasar

Detaksumbar.com- Agam – Dalam rangka tanggap darurat Penanggulangan Virus Corona 19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam berencana melakukan operasi pasar untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Tujuan operasi pasar tersebut yaitu untuk memudahkan masyarakat membeli sembako tanpa harus datang ke pasar.

Hal tersebut terungkap dalam arahan Pemkab setelah sebelumnya berlangsung rapat antara Pemkab Agam dengan seluruh Walinagari di Kabupaten Agam melalui telekonferen di Kantor Camat Kamang Magek pada Jumat malam, (27/03) lalu.

Menurut Walinagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Edison Dt. Ampanjang, “Kegiatan ini bertujuan guna mengurangi konsentrasi masyarakat berkerumun di pasar agar tidak tertular virus corona. Teknis operasi tersebut, semua kebutuhan sembako akan dibeli oleh Pemkab Agam, lalu disalurkan ke 16 kantor kecamatan kemudian sembako tersebut dijemput oleh tim tanggap darurat masing-masing nagari. Setelah semua sembako tersebut ada dikantor Walinagari, diantarkan ke rumah-rumah warga, kemudian warga cukup membayar sesuai barang yang dibutuhkan yang sudah sesuai harga pasar.” Senin, (30/03).

Dt. Ampanjang saat ditemui diruang kerja menambahkan bahwa rencana kegiatan tersebut akan berlangsung sekitar satu minggu kedepan. Jadi agar meminimalisir penyebaran virus kepada selitar 12.000 jiwa, yang terdiri dari 3200 Kepala Keluarga, di 8 Jorong, di Nagari Kamang Mudiak, maka untuk memenuhi kebutuhan sembako tersebut masyarakat tetap berada di rumahnya.

Selain itu lanjut Dt. Ampanjang, setiap warga pendatang yang baru tiba, akan didata oleh masing-masing Kepala Jorong dan diberikan arahan agar mengisolasi diri terlebih dahulu di rumahnya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona selama 14 hari. Namun jika seandainya terjadi suatu gejala demam atau panas tinggi disarankan untuk segera berobat ke puskesmas.

“Hingga saat ini tercatat sebanyak 57 warga pendatang di 8 Jorong, Nagari Kamang Mudiak, rata-rata berasal dari Negara Malaysia, lalu dari Aceh, Medan, Duri, Jambi, Dumai, Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang dan Yogyakarta,” ujarnya. (Rizky)