Headline

Walikota Padang Dicegat Pedagang

DetakSumbar.com- Pedagang yang berjualan di puja sera mencegat Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Minggu 10 Desember 2017. Tidak hanya dicegat saja, orang nomor satu di Kota Padang itu juga di maki-maki oleh pedagang disana.

“Pak, pak turun lah sabanta, caliak lah tampek kami, dangaan lah parasaian kami ko pak (Pak, pak turun lah sebentar, tengok lah tempat kami, dengarkan lah penderitaan kami disini pak,” ujar para pedagang di Puja Sera yang mencegat Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah usai menghadiri kegiatan sosial club otomotif yang dipusatkan di Pantai Padang, sekitar pukul 08.00 WIB.

Ajakan para pedagang itu di tolak oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. Pada saat itu, Mahyeldi Ansharullah hanya menjawab,” ya buk, Insya Allah,” ujar Mahyeldi kepada pedagang. Namun, Yanti dan pedagang lainnya tetap memohon kepada Mahyeldi untuk dapat mendengarkan aspirasi mereka dan mengunjungi tempat berjualan mereka.

“Pak tapi pantai Padang barasiah pak, kami lapa apak ndak tahu. Tolong lah pak caliak kami kamari, lah sabulan uang saku anak kami sakolah indak ado. Sebagai walikota apak harus tahu baa nasib kami pedagang nan ketek ko (Pak Padang bersih pak. Kami lapar bapak tidak tahu. Toloh lah pak lihat kami ko. Sudah sebulan uang saku anak kami sekolah tidak ada. Sebagai walikota bapak harus tahu bagaimana nasib kami pedagang yang kecil ini,” kata salah seorang pedagang Yanti kepada walikota.

“Ambo seorang jando. Kalau apak tolong rasaki awak. Kami mandoakan pulo rasaki apak (Saya seorang janda. Kalau bapak bantu rezeky saya. Kami semua mendo’akan pula rezeky bapak),” tambah Yanti.

Namun walikota tetap tidak mau mendengarkan aspirasi dari para pedagang disana. Akhirnya, para pedagang mencoba untuk mencegat mobil orang nomor satu di Kota Padang untuk tidak pergi dari lokasi. Sekilas, walikota tetap menyuruh sopirnya untuk memajukan mobil dinasnya itu.

Kemarahan pedagang Puja Sera semakin memuncak. Malahan diantara mereka ada yang mengeluarkan kata-kata kotor kepada walikota. Bahkan mereka mengatakan ” Baranti se lah apak jadi walikota lai (Berhenti saja lah bapak jadi walikota lagi).

Namun, club otomotif yang ada disana mencoba untuk menenangkan pedagang setempat. Dan akhirnya mobil Mahyeldi Ansharulah dapat meninggalkan lokasi.

kemarahan dari pedagang tersebut disebabkan, pedagang ingin aspirasi meraka didengarkan oleh walikota. Aspirasi tersebut yakni, terkait tempat baru yang mereka tempati saat ini, yaitu Puja Sera.

Sebelum berjualan di Puja Sera, pedagang-pedagang ini sebelumnya berjualan di pinggiran Pantai Padang. Namun, sejak dipindahkan mereka mengeluh kurangnya pendapatan mereka selama berjualan di Puja Sera.(*)