Pilkada

Warga Kubu Gulai Bancah, Harapkan Perubahan Kepada Erman Safar

Blusukan Erman Safar di Kubu Gulai Bancah, Bukittinggi

Bukittinggi – Sebagian besar warga Kelurahan Kubu Gulai Bancah harapkan suatu perubahan kota Bukittinggi ke arah yang lebih baik. Hal ini terlihat dari pantauan
blusukan calon kepala daerah nomor urut 2, Erman Safar saat berkunjung di sekitar Perumahan Pemda II, RT 04/02, Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Jum’at, (06/11).

Hasil pantauan reporter menggambarkan, seluruh warga yang dikunjungi menyambut kehadiran calon kepala daerah nomor urut 2, Erman Safar bersama tim dengan rasa senang dan penuh semangat bahkan ada sebagian warga yang menyampaikan keluh kesahnya. Respon positif warga atas kehadiran calon kepala daerah nomor urut 2, Erman Safar ini menambah semangat Erman Safar dan tim selama masa kampanye.

Selain itu, Erman dan tim terus melanjutkan blusukan ke permukiman warga ke arah belakang kantor Walikota Bukittinggi, di sekitar wilayah RT 05/02 Kubu Gulai Bancah. Terbukti, tidak sedikit waktu yang diluangkan oleh Erman Safar untuk berkomunikasi disetiap rumah yang dikunjungi.

Hingga akhirnya, Erman Safar harus melayani permintaan warga untuk berdiskusi, berfoto bersama bahkan tidak sedikit warga rela atau memberikan izin menemelkan stiker atau memasang spanduk dirumahnya serta memakai masker berlogo calon Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Erman Safar – Marfendi.

Atas niat sukarela yang muncul dari warga tersebut, Erman Safar merasa terharu dan bangga terhadap warga kota Bukittinggi, khususnya warga Kelurahan Kubu Gulai Bancah.

Menurut Erman, “Masyarakat Kota Bukittinggi, terkhusus warga Kubu Gulai Bancah terlihat semakin yakin dan percaya atas tindakan nyata pasangan Erman-Marfendi bersama tim selama ini. Mudah-mudahan ini menjadi doa yang bisa dikabulkan oleh Allah SWT, agar kami selalu terus berjuang untuk meraih kemenangan dalam mewujudkan kebutuhan dan keinginan warga Kota Bukittinggi.”

Masrul dan keluarga, warga kubu gulai bancah foto bersama Erman Safar

Sementara itu, Masrul (63) salah seorang warga mengatakan bahwa wilayah permukiman kami ini sempat menjadi percontohan bagi pemerintah kota Bukittinggi karena dinilai rapi, bersih, aman dan warganya selalu rukun antar sesama tetangga.

“Sehingga tampak jalan disekitar komplek kami ini bisa dikatakan sangat minim dengan sampah. Lalu kenapa dikatakan rukun karena pada saat hari raya tiba, hampir seluruh warga disini saling mengunjungi untuk berlebaran,” ujarnya.

Namun lanjut Masrul, ada kekurangan diwilayah kami ini ketika cuaca hujan, wilayah kami selalu menjadi langganan banjir. Tidak sedikit rumah warga yang terendam hingga setinggi lutut orang dewasa bahkan ada rumah warga terkena banjir sampai setinggi meja makan, ditambah lagi wilayah kami ini datarannya rendah.

Selain itu, kata Masrul, kami juga cukup kesulitan untuk mendapat sumber air bersih. Kalau ingin dapat air sumur bor yang bagus, minimal harus kedalaman lebih dari 30 meter, kalau kurang airnya tidak layak pakai. Padahal disini sudah ada instalasi pipa air PDAM, tapi belum juga berfungsi, kami tidak tau kenapa? (rir)