Pilkada

YR Pengurus BAZNAS Bukittinggi Bantah Semua Tudingan Dirinya Terlibat Politik Praktis

Yasril Rahmadian, Pengurus BAZNAS Kota Bukittinggi

Bukittinggi – Terkait dugaan oknum pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bukittinggi terlibat politik praktis dan juga menjadi bagian kepengurusan partai politik, Yasril Rahmadian (YR) membantah semua tudingan hal tersebut.

Hal ini diketahuinya setelah ada laporan masyarakat di Bawaslu Bukittinggi beberapa hari lalu, yang memberikan alat bukti berupa gambar foto dan lampiran susunan tim pemenangan kepala daerah serta lampiran susunan kepengurusan partai politik PAN Kota Bukittinggi.

Saat wawancara dengan sejumlah wartawan dikediamannya, diwilayah Belakang Balok, Kota Bukittinggi, Rabu, (07/10), YR menjelaskan bahwa hubungan kami dengan tim hanya sebatas penceramah, bukan sebagai Tim Pemenangan. Saya memang sering diundang sebagai penceramah. Tapi saya tidak mengetahui nama saya dimasukan kedalam anggota Tim Pemenangan Ramlan Nurmatias – Syahrizal (Rasya),” kata YR.

Ketika ditanya mengenai adanya aturan yang berlaku bahwa Pengurus BAZNAS tidak boleh ikut berpolitik praktis, YR mengaku, “Ya saya tau tentang aturan tersebut. Makanya saya kaget, kenapa nama saya masuk kedalam tim pemenangan. Padahal saya baru dilantik di BAZNAS pada tanggal 18 September 2020.”

Lalu YR juga kaget kenapa dirinya juga masuk dalam susunan kepengurusan partai PAN Kota Bukittinggi. Ketika ditanya, kapan mengetahui namanya masuk dalam susunan partai?

YR menjawab, “Ya taunya saat ada pemberitaan laporan itu. Kalau tau saya sebagai pengurus partai, pasti saya akan membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus partai sebelum dilantik di BAZNAS. Sebab itu tidak boleh, itu aturannya dari BAZNAS pusat seperti itu. Padahal tidak pernah dilantik dipartai, tidak pernah ikut rapat partai. Kalau ada tentu ada foto dan notulen saya bahwa saya pernah ikut rapat dipartai?”

Lanjut YR, Saya sudah menyiapkan surat pernyataan untuk ditujukan kepada ketua DPD PAN Bukittinggi, Rahmi Brisma, bahwa saya keberatan nama saya masuk dalam kepengurusan DPD PAN Kota Bukittinggi.

Lalu wawancara berlanjut, ketika ditanya terkait dengan adanya posting-an di media sosial facebook yang di upload oleh akun atas nama Eddie Moenir bahwa ada gambar YR saat menggunakan baju batik sambil mengacungkan jari telunjuk, lalu isi postingan berbunyi, ‘pesan ustadz untuk tanggal 9 Desember 2020 yang akan selalu diingat adalah pilih nomor satu.’

Lagi-lagi YR membantah, “Itu memang saya lagi diposko tim pemenangan, tapi saya lagi ceramah. Bahasa yang saya sampaikan bukan itu. Itu bukan bahasa saya.”

Lanjut YR, saya tidak tau juga ada postingan itu. Terkadang-kan tanpa konfirmasi atau tanpa tabayun ke saya tau-taunya ada. Bahasa saya bukan seperti itu. Bahasa yang saya sampaikan, nomor satu itu identik dengan Tauhid dalam Islam. Allah itu Yang Maha Esa. Ga apa-apa-kan kita pilih nomor satu. Itu bahasa saya. (rir)